

Dulu, “selamat tinggal” adalah ketakutanku yang paling kekal. Tapi kedatanganmu kembali ternyata merupakan ancaman bagi hati. Meski kadang rindu memarak dan tak jarang segalanya hanya menimbulkan sesak. Tapi aku sudah menatanya sejak kamu pergi tanpa jejak dan saat kita mulai berjarak. Lalu kini…
terus apa yang saya dapat selama 2 tahun ini?
dari 2 tahun waktu yang kita lewati, dengan status yang entah apa namanya,
dari 2 tahun (yang kuhitung sendiri), apa yang kudapat darimu?
hanya rasa penasaranmu tentangku semasa dulu,.
sungguh sulit sekali dan berat rasanya ketika kuingat kembali apa yang kau ucapkan pada temanmu itu,
ingin kusudahi saja, namun tak mampu, inginku kamu yang menyudahi, karena kamu yang memulai,
tapi kamu sepertinya tidak memiliki kekuatan untuk menyudahinya,
entah apa yang memberatkanmu untuk melepasku,
karena sebenarnya aku tahu kamu ingin melepasku dan kembali pada dia yang kau sakiti kemarin,.
apa rasanya ketemu orang yang masih diharapkan patjar?
apa rasanya berada di dunia yang sama dengannya?
dengan dia yang sebenarnya pengen kamu temui sekaligus pengen kamu hindari?
sebenarnya, banyak ruang untukmu di hatinya, hanya aku berusaha tetap menutup itu dan tidak membuka kesempatan itu kembali, jahat memang, tapi kamu sudah banyak berbagi dengannya, sedang aku tidak,.
aku tak tahu apa yang kalian bagi, sehingga membuat dia mencariku,.
apakah yang kau bagi itu sebuah lem sehingga dia tak dapat kemana2 dan dia mulai bosan dengan semua itu?
dia datang, aku sambut, karena akupun dulu sempat berharap,.
tapi mungkin pada saat itu hanya luapan rasa yang berlebihan karena menemukanku tanpa dia memikirkan apa-apa,.
hingga akhirnya kemarin, dia mulai memikirkanmu, memikirkan akibat perlakuannya padamu, memikirkan penyesalannya,.
akupun bingung apa yang harus dilakukan jika dia pun tidak memberi pilihan, apakah harus aku yang menentukan? tentu tidak, aku bukan pengambil keputusan yang baik,.
kemudian aku bertemu kamu,
manis.
haahhh sudahlah,.
ya, satu tanda baca itu, tapi memiliki banyak makna selain sebagai tanda baca semata,.
entah harus senang, sedih, sakit hati, minder atau apalah itu ketika punya kesempatan ketemu orang yang dia harapkan setelah dia tinggalkan,.
siapa saya? hidup siapa yang sedang saya jalani?
terasa bukan saya yang mengendalikan,.
mereka yang mengendalikan,.
ada 2 kendali dalam hidup ini dan sepertinya ini hidup mereka, saya adalah cerminan dari apa yang mereka harapkan tapi tidak tercapai,.
akankah terus begini?.
kapan saya bisa hidup dengan kendali diri saya sendiri?.
Coba coba katakan kepadaku sekali lagi bila kita memang benar akan kesana,
Buktikan dan buat aku percaya bahwa kita bisa mewujudkan bahagia..
Aku tak ingin terus terdiam memandangi harapan
Terlena akan manis cinta dan berujung kecewa
Aku tak ingin terus menunggu sesuatu yang tak pasti
Lebih baik kita menangis dan terluka hari ini..
Ohh.. Oh.. Habis sudah semua rangkai kata..
Telah terungkap semua yang kurasa..
Yang kuingin akhir yang bahagia.. hoo..
Aku tak ingin terus terdiam memandangi harapan
Terlena akan manis cinta dan berujung kecewa
Aku tak ingin terus menunggu sesuatu yang tak pasti
Lebih baik kita menangis dan terluka..
Aku tak ingin terus terdiam memandangi harapan
Terlena akan manis cinta dan berujung kecewa
Aku tak ingin terus menunggu sesuatu yang tak pasti
Lebih baik kita menangis dan terluka hari ini..
Yang ku inginkan..
Satu tujuan..
Sebuah kenyataan..
Bukan impian..
Bukan harapan..
Bukan alasan..
Satu kepastian..
Coba katakan..
Coba katakan..
Coba katakan..
Coba katakan..
Pada cermin bahagia, aku berkaca. Ada bayanganmu di seberang sana. Seperti berkata bahwa cinta sudah semakin dekat, namun tetap saja masih ada sekat. Ruang kosong di dadaku inginkan kamu. Dan aku tahu, di dadamu terjadi kejadian serupa. Sebab berkali-kali kamu katakan, kamu ingin kita bersama….
waakkk bahagia luar biasa bulan oktober ini. berharap bisa terulang lagi. ah, terlalu singkat rasanya waktu. bisakah beri saya waktu lebih lama berkreasi bersama mereka? bukan ingin meminta lebih dan tidak tahu terimakasih, hanya saja belum banyak pengalaman, pengetahuan dan pembelajaran yang saya dapat. hanya ingin menambah apa yang saya tidak tahu. hanya ingin mencari apa yang dulu tak saya cari. semoga bukan hanya egoisme semata.